Belum Beraksi Diduga Sudah Dibungkam, Penahanan Dana Logistik Warga Pati Tuai Kemarahan Publik
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Dugaan pembekuan sepihak terhadap rekening Bank Mandiri milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono, pada Senin (24/8/2026) memicu kritik tajam karena dinilai sebagai bentuk represi penguasa. "Kami bukan pelaku kriminal, bukan teroris," tegas Supriyono menanggapi tertahannya dana logistik senilai Rp 80,9 juta yang bersumber dari donasi warga untuk menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.
Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti ketiadaan prosedur penyidikan yang transparan serta absennya izin dari Pengadilan Negeri sesuai amanat KUHAP dalam proses penahanan dana tersebut. "Bank seharusnya tidak menjadi perpanjangan tangan aparat untuk menghukum warga yang bersuara," kecam perwakilan koalisi tersebut seraya menuding pihak perbankan telah gagal melindungi hak privasi finansial nasabahnya.
Kecaman kian meluas di berbagai platform media sosial karena langkah tersebut dinilai masyarakat sebagai sinyal bahaya yang secara sistematis mengancam kebebasan sipil di Indonesia. Mewakili sentimen publik yang merasa ruang demokrasinya direbut, aktor Jefri Nichol melontarkan sindiran keras yang menyebutkan bahwa warga "belum demo udah dibungkam" oleh sistem.
Insiden penahanan dana secara sepihak ini perlahan memunculkan krisis kepercayaan yang serius dari warganet terhadap independensi institusi perbankan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Pemblokiran dana ini adalah bentuk kezaliman," sebut para aktivis yang mengkritik indikasi kuat bahwa ranah privat masyarakat kini sangat rentan diintervensi demi kepentingan politik penguasa.
Selain intervensi di sektor finansial, publik dan para kreator konten asal Pati juga memprotes keras dugaan sensor digital masif berupa pemblokiran akun TikTok serta pembatasan jangkauan Facebook. Pembatasan ruang berekspresi secara paksa yang diduga merupakan instruksi dari Kementerian Komdigi ini memicu kemarahan publik karena dinilai "membunuh kebebasan berpendapat secara total".
Meskipun terus ditekan melalui dugaan represi akses keuangan maupun pembungkaman digital, pihak AMPB memastikan bahwa perlawanan ribuan warga Pati tidak akan menyurut menjelang agenda unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026). "Kami hanya warga negara yang ingin menyuarakan aspirasi negara secara damai," pungkas Supriyono memastikan bahwa massa akan tetap berangkat menuju Gedung DPR RI secara gotong-royong. (*)